Selamat Datang

Selamat Datang
Selamat Menikmati

2/14/2011

Mimpi pada Malam 40


Aku terbangun.. dan ku lihat jasadku diam
Dengan lembut kutapaki ruang kecil itu
Melangkah menjauh dari jasad yang mungkin tengah terlelap
Dan ku temukan engkau..
Duduk di tempat yang biasa..
Menyapaku sehangat biasa..
Dan memintaku untuk duduk di hadapmu..persis seperti biasa
Ku tatap matamu dalam
Menanti setiap kata yang akan kau ucap untukku
“bagaimana pekerjaanmu?”
Itulah yang pertama kau tanyakan..
Dengan bangga ku perlihatkan karyaku..dan menjelaskannya detail
Kaupun tersenyum..
Senyum yang sangat akrab di mataku..
Yang tak pernah ku pahami, senyum bangga atau senyum sinis
Kemudian kau pun ‘berceramah’..
Kebiasaan lama yang dulu malas kuikuti..namun kali ini sangat ku nanti
 “sabarlah,,setelah ini semua akan menjadi lebih baik”, katamu teduh
Aku hanya tersenyum..dan tak lupa ku aminkan..
Kita tertawa..
Di sela tawamu, kau bertanya apakah aku sepi tanpa kau?
Ya, semua sepi tanpamu..begitu jawabku..
Tak ku izinkan kau untuk pergi lagi..
Kau tersenyum, dan kau bilang kau harus pergi..
Saat aku membantah dan tetap melarangmu untuk pergi..
Kau kembali tersenyum, dan berkata “tidurlah,ini sudah larut”
Dalam diam ku langkahkan kaki kembali ke ruang kecil itu
Sempat ku lihat kau sebelum ku tutup pintunya, kau tersenyum..
Ku hampiri jasad yang tanpa gerak
Sebelum ku kembali, ku tuturkan sebuah do’a :
Tuhan, semoga ini bukan mimpi
Lalu ku rebahkan ruh pada jasad ini lagi..
Aku terbangun..bersama jasad..
Tangispun pecah..