Selamat Datang

Selamat Datang
Selamat Menikmati

8/01/2011

Tawa Kita dan Tangis Mereka

Sejenak kita tertawa
Bermain dan terus tertawa bersama
Dan kita terbang tinggi
Melupakan apa yang sedang kita pijaki

Ingatkah, kawan,
Kita sedang berpijak di atas tangis
Tangis lautan yang diredam oleh beton
Tangis mereka yang akan segera kehilangan hidup
Tangis yang tak pernah terdengar oleh telinga kita
Karena telinga kita hanya ingin mendengar hiruk pikuk kota
Karena telinga kita hanya mendengar gelak tawa

Turunlah, kawan
Berhenti menatap jagad pramudita dari atas
Marilah sejenak kita pijakkan kaki pada tanah
Tanyakan pada hati, masih adakah cinta..
Tanyakan pada mereka, masih adakah ikan berenang riang di lautan
atau telah mati terlindas beton?
Turunlah, kawan..


(sesaat setelah tertawa di Trans Studio)